Olahraga yang ada di Jepang
By : UnknownMaraton Tokyo
Maraton Tokyo (東京マラソン ,Tōkyō Marathon?) adalah perlombaan tahunan lari maraton yang diadakan di Tokyo, Jepang. Perlombaan ini dimulai tahun 2007. Penyelenggaraan ke-1 dan ke-2 diadakan hari Minggu ketiga bulan Februari, sedangkan penyelenggaraan tahun 2009 akan dilangsungkan hari Minggu keempat di bulan Maret.
Rute maraton dimulai dari depan kantor Gubernur Pemerintah Metropolitan Tokyo di Shinjuku dengan garis akhir di Tokyo Big Sight, Odaiba. Acara maraton sekaligus lari 10 km ini melewati obyek wisata utama di Tokyo, di antaranya Istana Kaisar, Taman Hibiya (garis akhir lari 10 km), Menara Tokyo, Asakusa, dan Ginza.
Kendo
Kendo adalah seni bela diri modern dari Jepang yang menggunakan pedang. Kendo berasal dari kata “ken (剣)” yang artinya “pedang”, dan “dō (道)” yang artinya “jalan”. Jadi arti kendo secara keseluruhan adalah suatu jalan/ proses disiplin diri yang membentuk suatu pribadi samurai yang pemberani dan loyal. Kendo menggabungkan unsur-unsur bela diri, seni dan olahraga. Latihan kendo (keiko) terdiri dari berbagai macam tujuan untuk mengembangkan diri. Seperti halnya bela diri lain, kendo memerlukan disiplin tinggi dan dedikasi penuh untuk latihan, seperti etika (religi), postur tubuh dan teknik melangkah, dan cara mengayun pedang yang benar.
Baseball Jepang
Olahraga baseball telah diperkenalkan ke Jepang pada 1872 oleh Horace Wilson, yang mengajar di sekolah Kaisei Gakko di Tokyo. Yang pertama adalah tim baseball bernama Shimbashi Athletic Club dan didirikan pada 1878. Ia telah menjadi olahraga yang populer sejak itu. Disebut野球(やきゅう; yakyū) di Jepang, yang mengkombinasikan karakter untuk lapangan dan bola.
Sumo
Sama halnya seperti berbagai jenis olahraga gulat yang ada di seluruh dunia, sumo sudah dikenal di Jepang sejak zaman prasejarah. Pada literatur klasik Jepang abad ke-8 Masehi, bentuk awal sumo dikenal dengan sebutan Sumai. Sumo dalam bentuk yang dikenal sekarang ini mungkin berbeda dengan “sumo” di zaman dulu. Pegulat sering bertarung sampai mati karena jumlah peraturan yang ada masih sedikit.
Penguasa Jepang di abad ke-16 yang bernama Oda Nobunaga sering menyelenggarakan turnamen sumo. Bentuk ring sumo seperti yang dikenal sekarang ini berasal dari zaman Oda Nobunaga. Dibandingkan dengan mawashi pada zaman sekarang yang dibuat dari kain bagus yang kaku, pegulat sumo di masa Oda Nobunaga masih memakai penutup tubuh bagian bawah dari kain kasar yang longgar. Di zaman Edo, pegulat sumo bertanding dengan mengenakan mawashi bermotif indah dan gagah yang disebut kesho mawashi. Di zaman sekarang kesho mawashi hanya dikenakan pegulat sumo pada saat berparade di atas dohyō di awal pembukaan turnamen.
Sumo sering dikaitkan dengan ritual dalam agama Shinto. Sampai sekarang ini, di beberapa kuil Shinto masih diselenggarakan pertarungan antara pegulat sumo dengan Kami
Judo
Judo (bahasa Jepang: 柔道 ) adalah seni bela diri, olahraga, dan filosofi yang berakar dari Jepang. Judo dikembangkan dari seni bela diri kuno Jepang yang disebut Jujutsu. Jujutsu yang merupakan seni bertahan dan menyerang menggunakan tangan kosong maupun senjata pendek, dikembangkan menjadi Judo oleh Kano Jigoro (嘉納治五郎) pada 1882. Olahraga ini menjadi model dari seni bela diri Jepang, gendai budo, dikembangkan dari sekolah (koryu) tua. Pemain judo disebut judoka atau pejudo. Judo sekarang merupakan sebuah cabang bela diri yang populer, bahkan telah menjadi cabang olahraga resmi Olimpiade.
Jujitsu
Jujutsu (bahasa Jepang: 柔術, jūjutsu; juga jujitsu, ju jutsu, ju jitsu, atau jiu jitsu) adalah nama dari beberapa macam aliran beladiri dari Jepang. Tidaklah betul jika dikatakan bahwa Ju-Jitsu mengacu pada satu macam beladiri saja.
Jujutsu pada dasarnya adalah bentuk-bentuk pembelaan diri yang bersifat defensif dan memanfaatkan “Yawara-gi” atau teknik-teknik yang bersifat fleksibel, dimana serangan dari lawan tidak dihadapi dengan kekuatan, melainkan dengan cara “menipu” lawan agar daya serangan tersebut dapat digunakan untuk mengalahkan dirinya sendiri. Dari seni beladiri Jujutsu ini, lahirlah beberapa seni beladiri lainnya yang mempunyai konsep defensif serupa, yaitu Aikido dan Judo, keduanya juga berasal dari Jepang.
menurut kalian yang paling menraik yang mna??*kepo
Penemauan baru di Jepang
By : Unknown
Liputan6.com,
Jepang: Bahwa
cadangan sumberenergiminyak bumi terus berkurang, dunia mengkhawatirkan
terjadinya krisis energi. Banyak orang mulai memikirkan untuk mencari
alternatif sumber energi lainnya. Pilihan tertuju pada sejumlah hal, seperti
panas bumi, angin, aiir, dan surya alias sinar matahari. Khusus yang terakhir,
di Jepang, teknologi mengembangkan sinar matahari sebagai sumber energi sudah
dirintis sejak 30 tahun silam. Tak dipungkiri, tenaga surya yang diubah menjadi
listrik digunakan untuk memasok kebutuhan listrik Jepang, termasuk stasiun
kereta api, industri, hingga untuk keperluan rumah tangga. Bahkan kabarnya
Jepang memiliki separuh dari pembangkit listrik tenaga surya yang digunakan di
dunia.
Sekarang perkembangan menggunakan sumber surya sangat
pesat di Negeri Matahari Terbit. Bahkan, ahli tenaga surya Jepang menemukan sel
pembangkit pada panel surya yang lebih tipis ketimbang generasi sebelumnya.
Panel tipis yang dihasilkan lewat proses sederhana dengan hasil warna-warni
tersebut tetap memiliki kemampuan yang sama dalam menghasilkan energi.
Semula panel
surya dibuat untuk memasok tenaga pada satelit. Kini teknologi ini juga sudah
digunakan untuk mengisi ulang baterai. Selain itu, jika selama ini sel-sel pada
panel terbuat dari silikon dengan warna khas, hitam, saat ini hasil penelitian
terbaru menawarkan perubahan tampilan serta warna dari sel surya. Penemuan ini
didorong keinginan untuk membuat sel surya yang lebih beragam dan tembus pandang.
Panel surya
ini terbuat dari lapisan silikon yang sangat tipis sehingga bisa dibentuk dan
dibuat menjadi papan nama bahkan papan iklan. Sejauh ini temuan baru tersebut
baru digunakan untuk atap dan jendela sehingga pada siang hari cahaya matahari tetap
bisa masuk ke ruangan. Sedangkan energi yang dihasilkan dapat disimpan untuk
digunakan pada waktu kemudian.
Para ahli
tenaga surya di Jepang kemudian meneruskan pengembangan teknologi panel surya
dengan menciptakan sel surya yang berwarna-warni. Untuk itu, mereka menggunakan
bahan pewarna alami yang diambil dari tumbuhan. Cara membuatnya pun jauh lebih
sederhana. Jika awalnya sel surya dibuat dengan suhu 1.000 derajat Celsius,
kini hanya dengan suhu 70 derajat Celsius dan teknologi elektrodeposisi, sel
surya tipis penuh warna dapat dihasilkan.
Yang lebih
menarik lagi, sel surya ini bisa diterapkan pada plastikk ataupun kain. Penemu
teknologi elektrodeposisi ini berharap suatu hari nanti sel surya dapat
digunakan pada segala benda mulai dari topi hingga kendaraan. Sebuah penemuan
yang bisa menjadi alternatif sumber energi yang bersih dan ramah lingkungan.Gratis
pula.(SID/Rka)
oh ya ~ yang satu ini hasil dari copas blog sebelah =w=
Kesehatan Orang Jepang
By : Unknown
Sebagai negara maju, banyak yang bisa diadopsi dari Jepang,
termasuk dalam bidang kesehatan. Di antaranya pola makan sehat warganya serta
kebijakan pengelolaan makanan dan nutrisi oleh pemerintahnya.
Salah satu indikasi tingkat kesehatan orang Jepang yang baik adalah rata-rata harapan hidupnya yang mencapai 79,9 tahun untuk pria dan 86,4 tahun untuk wanita. Usia ini termasuk tertinggi di dunia dan setiap tahun terus meningkat. Keberhasilan ini tak lain akibat upaya Negeri sakura itu dalam mengurangi angka kematian bayi, salah satunya dengan mengampanyekan pemberian air susu ibu (ASI). Secara dramatis, Jepang juga mampu mengurangi kasus tuberkulosis yang menjangkiti penduduknya pada dekade 1920- an.
Belakangan, kematian manula yang berusia di atas 60 tahun juga menurun. Akibatnya bisa ditebak, penuaan populasi terus menanjak hingga 23%. Jumlah warga yang berusia 75 tahun atau lebih kini sudah mencapai 14 juta orang. Ini tentu menimbulkan masalah baru. Jumlah lansia yang membengkak berarti makin banyak warga yang memerlukan fasilitas layanan kesehatan.
“Dengan meningkatnya problem kesehatan, seperti demensia, kelainan makan, dan gangguan bicara atau dispasia, maka kami perlu layanan makanan yang bisa dikonsumsi penduduk manula,” tutur Naomi Alba dari Departement Nutrional Education di Kanagawa Institute of Technology , Jepang. Naomi berbicara di sesi seeminar dalam kegiatan Journalist Japan Tour 2013di Hotel Villa Fountaine Shiodome, Tokyo, Jepang, pada Kamis (10/10), yang dihadiri KORAN SINDOatas undangan perusahaan minuman kesehatan PT Yakult Indonesia Persada.
Menurut dia, seperti juga banyak warga dunia, penduduk Jepang diketahui mempunyai sejumlah masalah soal konsumsi makanan. Di antaranya, perubahan kebiasaan makan dari makanan tradisional ke hidangan ala Barat yang banyak mengandung kalori dan lemak. Anak-anak Jepang kian akrab dengan berbagai makanan kemasan dan siap saji, yang umumnya tinggi garam dan berpengawet. Perubahan pola makan lainnya adalah ada indikasi anak-anak Jepang melupakan makanan tradisional negerinya yang secara turun-menurun terbukti menyehatkan.
Misalnya berbagai jenis jamur, rumput laut, kacang-kacangan, dan ikan. Alhasil, terjadilah ketidakseimbangan nutrisi hingga menyebabkan banyak yang terserang obesitas atau kegemukan. “Di Jepang sekitar 4,5 dari 100 orang mengalami obesitas. Di negara-negara Asiaa juga menjadi masalah yang umum,” tutur Naomi. Namun, lanjut dia, di sisi lain banyak juga anak yang tergolong kurang gizi dan bertubuh kurus. Dampaknya, kasus penyakit tak menular (PTM) seperti penyakit jantung,diabetes, hipertensi, sindrom metabolik, stroke, dan kanker merangkak naik hingga menyebabkan sekitar 60% dari total seluruh kematian.
Untuk menangani permasalahan tersebut, pemerintah Jepang lantas melansir shokuikuatau kampanye makanan sehat pada anak sekolah, yang telah digagas sejak 50 tahun yang lalu. Intinya, program ini mempromosikan kesehatan fisik atau mental dan karakter sempurna dengan membangun rasa bersyukur terhadap makanan dan memahami manfaatnya. Kebijakan ini dibuat untuk menyelamatkan generasi muda Jepang dari ancaman penyakit degeneratif dan obesitas yang sebagian besar disebabkan pola makan yang tidak sehat. Sejak enam tahun lalu, program ini dikuatkan dengan menekankan pada peran orang tua serta edukator gizi untuk membantu siswa menjalankannya dengan baik.
“Hingga 2012, sudah ada sekitar 4.000 ahli gizi yang disebar di sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi,” ungkap Naomi. Shokuikumemiliki beberapa tahapan. Untuk anak usia dini, program yang diterapkan adalah memberi contoh cara makan yang baik dan membiasakan anak menikmati makanan serta tidak pilih-pilih makanan (picky eater). Untuk murid kelas rendah, melatih anak memahami pentingnya nutrisi di dalam makanan sehingga bisa menerapkan pola makan yang seimbang.
Sementara murid kelas tinggi diajarkan pentingnya menerapkan pola makan yang seimbang, mengenali jenis-jenis makanan yang menyehatkan tubuh, mengetahui berat badan ideal untuk dirinya, serta makan dalam porsi sesuai berat badan dan aktivitas. Diharapkan dengan kampanye ini, kata Naomi, anak-anak akan tertarik dengan makanan dan mengetahui apa yang mereka makan. Mereka juga sudah mengerti apa yang mereka suka dan mau makan, merasa lapar sebelum makan, terlibat dengan peracikan makanan yang akan disantap dan punya teman untuk makan bersama.
“Sedari kecil, anak-anak harus sudah punya pengalaman terhadap apa yang dia makan,” imbuhnya. Tidak hanya diterapkan di sekolah, shokuikujuga menyasar kantor, komunitas dan rumah sakit. Pemberlakuan kebijakan ini pada akhirnya membuahkan hasil, meskipun belum terlalu signifikan. Misalnya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pendidikan nutrisi dan makin banyak anak-anak yang lebih sering meluangkan waktunya untuk sarapan dan makan malam bersama keluarga.
”Sebelumnya, anak-anak di Jepang sering meninggalkan sarapan dan makan sendiri sehingga tidak bisa berbahagia saat menikmati makanannya,” kata Naomi.
Salah satu indikasi tingkat kesehatan orang Jepang yang baik adalah rata-rata harapan hidupnya yang mencapai 79,9 tahun untuk pria dan 86,4 tahun untuk wanita. Usia ini termasuk tertinggi di dunia dan setiap tahun terus meningkat. Keberhasilan ini tak lain akibat upaya Negeri sakura itu dalam mengurangi angka kematian bayi, salah satunya dengan mengampanyekan pemberian air susu ibu (ASI). Secara dramatis, Jepang juga mampu mengurangi kasus tuberkulosis yang menjangkiti penduduknya pada dekade 1920- an.
Belakangan, kematian manula yang berusia di atas 60 tahun juga menurun. Akibatnya bisa ditebak, penuaan populasi terus menanjak hingga 23%. Jumlah warga yang berusia 75 tahun atau lebih kini sudah mencapai 14 juta orang. Ini tentu menimbulkan masalah baru. Jumlah lansia yang membengkak berarti makin banyak warga yang memerlukan fasilitas layanan kesehatan.
“Dengan meningkatnya problem kesehatan, seperti demensia, kelainan makan, dan gangguan bicara atau dispasia, maka kami perlu layanan makanan yang bisa dikonsumsi penduduk manula,” tutur Naomi Alba dari Departement Nutrional Education di Kanagawa Institute of Technology , Jepang. Naomi berbicara di sesi seeminar dalam kegiatan Journalist Japan Tour 2013di Hotel Villa Fountaine Shiodome, Tokyo, Jepang, pada Kamis (10/10), yang dihadiri KORAN SINDOatas undangan perusahaan minuman kesehatan PT Yakult Indonesia Persada.
Menurut dia, seperti juga banyak warga dunia, penduduk Jepang diketahui mempunyai sejumlah masalah soal konsumsi makanan. Di antaranya, perubahan kebiasaan makan dari makanan tradisional ke hidangan ala Barat yang banyak mengandung kalori dan lemak. Anak-anak Jepang kian akrab dengan berbagai makanan kemasan dan siap saji, yang umumnya tinggi garam dan berpengawet. Perubahan pola makan lainnya adalah ada indikasi anak-anak Jepang melupakan makanan tradisional negerinya yang secara turun-menurun terbukti menyehatkan.
Misalnya berbagai jenis jamur, rumput laut, kacang-kacangan, dan ikan. Alhasil, terjadilah ketidakseimbangan nutrisi hingga menyebabkan banyak yang terserang obesitas atau kegemukan. “Di Jepang sekitar 4,5 dari 100 orang mengalami obesitas. Di negara-negara Asiaa juga menjadi masalah yang umum,” tutur Naomi. Namun, lanjut dia, di sisi lain banyak juga anak yang tergolong kurang gizi dan bertubuh kurus. Dampaknya, kasus penyakit tak menular (PTM) seperti penyakit jantung,diabetes, hipertensi, sindrom metabolik, stroke, dan kanker merangkak naik hingga menyebabkan sekitar 60% dari total seluruh kematian.
Untuk menangani permasalahan tersebut, pemerintah Jepang lantas melansir shokuikuatau kampanye makanan sehat pada anak sekolah, yang telah digagas sejak 50 tahun yang lalu. Intinya, program ini mempromosikan kesehatan fisik atau mental dan karakter sempurna dengan membangun rasa bersyukur terhadap makanan dan memahami manfaatnya. Kebijakan ini dibuat untuk menyelamatkan generasi muda Jepang dari ancaman penyakit degeneratif dan obesitas yang sebagian besar disebabkan pola makan yang tidak sehat. Sejak enam tahun lalu, program ini dikuatkan dengan menekankan pada peran orang tua serta edukator gizi untuk membantu siswa menjalankannya dengan baik.
“Hingga 2012, sudah ada sekitar 4.000 ahli gizi yang disebar di sekolah-sekolah untuk memberikan edukasi,” ungkap Naomi. Shokuikumemiliki beberapa tahapan. Untuk anak usia dini, program yang diterapkan adalah memberi contoh cara makan yang baik dan membiasakan anak menikmati makanan serta tidak pilih-pilih makanan (picky eater). Untuk murid kelas rendah, melatih anak memahami pentingnya nutrisi di dalam makanan sehingga bisa menerapkan pola makan yang seimbang.
Sementara murid kelas tinggi diajarkan pentingnya menerapkan pola makan yang seimbang, mengenali jenis-jenis makanan yang menyehatkan tubuh, mengetahui berat badan ideal untuk dirinya, serta makan dalam porsi sesuai berat badan dan aktivitas. Diharapkan dengan kampanye ini, kata Naomi, anak-anak akan tertarik dengan makanan dan mengetahui apa yang mereka makan. Mereka juga sudah mengerti apa yang mereka suka dan mau makan, merasa lapar sebelum makan, terlibat dengan peracikan makanan yang akan disantap dan punya teman untuk makan bersama.
“Sedari kecil, anak-anak harus sudah punya pengalaman terhadap apa yang dia makan,” imbuhnya. Tidak hanya diterapkan di sekolah, shokuikujuga menyasar kantor, komunitas dan rumah sakit. Pemberlakuan kebijakan ini pada akhirnya membuahkan hasil, meskipun belum terlalu signifikan. Misalnya peningkatan pemahaman masyarakat terkait pendidikan nutrisi dan makin banyak anak-anak yang lebih sering meluangkan waktunya untuk sarapan dan makan malam bersama keluarga.
”Sebelumnya, anak-anak di Jepang sering meninggalkan sarapan dan makan sendiri sehingga tidak bisa berbahagia saat menikmati makanannya,” kata Naomi.
Berikut juga alasan alasan lainnya mengapa orang Jepang
selalu sehat :
1) Konsumsi variasi karbohidrat
Orang Jepang dikenal sangat selektif dalam menjaga kadar karbohidrat yang masuk dalam tubuhnya. Mereka juga selalu memvariasikan makanan yang mengandung karbohidrat. Tidak seperti kita yang memakan nasi 3 kali sehari, sebagian besar orang Jepang punya cukup banyak pilihan karbohidrat selain nasi, di antaranya udon (mie dari beras), soba (mie dari buckle wheat), dan sereal. Hal ini membantu mereka agar kadar karbohidrat dalam tubuh mereka tidak berlebihan.
2) Menyukai sayuran
Orang Jepang sangat suka sayuran. Sudah jadi pengetahuan umum bahwa sayuran sangat bagus bagi kesehatan. Itulah mengapa Jepang memiliki prestasi kesehatan yang terbaik di dunia. Hampir sebagian besar komposisi diet makanan di Jepang adalah sayur, mulai dari acar sayur, salad hingga tumis sayur.
3) Mengolah makanan secara sederhana
Cara pengolahan makanan yang sederhana adalah direbus, dipanggang, atau ditumis sebentar. Dan inilah yang dilakukan sebagian besar orang Jepang dalam memasak makanannya. Dengan cara masak seperti ini, makanan tidak akan melalui proses panjang memasak sehingga kerusakan yang terjadi maupun radikal bebas yang terbentuk dari setiap proses memasak akan menjadi sangat minimal. Dan hal ini membuat kualitas makanan terjaga dengan baik.
4) Menguyah makanan secara perlahan
Kuliner Jepang dikenal sebagai kuliner yang menyajikan makanan dengan sangat cantik. Faktor kecantikan makanan inilah yang membuat orang Jepang makan lebih lambat agar bisa menikmati kecantikan sajian makanan itu. Lalu, mengapa mengunyah makanan secara perlahan bagus untuk kesehatan? Karena otak membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk menyatakan bahwa perut sudah kenyang, dan saluran pencernaan pun memiliki waktu yang cukup untuk mencerna dengan baik setiap masakan yang masuk.
5) Makan dengan porsi-porsi kecil
Orang Jepang terbiasa makan dengan piring dan mangkuk kecil. Sebuah penelitian menemukan fakta bahwa manusia cenderung tidak bisa mengukur apa yang mereka makan dan mereka pun cenderung akan memakan apa pun yang disediakan. Maka, kebiasaan orang Jepang memilih tempat makan mungil ini dipercaya membantu mereka dalam mengontrol porsi makannya. Penyediaan makanan ala Jepang ini (dengan porsi-porsi kecil), membuat seseorang terlatih untuk menakar makanan dan hanya makan sesuai dengan porsi yang dibutuhkan.
6) Berjalan kaki
Kebiasaan berjalan kaki sangat baik untuk menurunkan kolesterol jahat (LDL), meningkatkan kolesterol baik (HDL), menurunkan tekanan darah tinggi, menurunkan risiko diabetes militus tipe 2, menjaga berat badan, dan juga meningkatkan mood dan stamina.
Dan kebiasaan baik ini bisa dikatakan sudah "mendarah daging" dalam masyarakat Jepang. Berjalan kaki bahkan menjadi salah satu keterampilan survival yang diajarkan pada anak-anak Jepang sedari kecil. Dengan kebiasaan yang dilatih sejak kecil ini, maka setiap orang terbiasa berjalan kaki dengan jarak yang jauh. Orang Jepang minimal menghabiskan 1 jam dalam sehari untuk berjalan.
7) Minum teh hijau
Kebiasaan sehat orang Jepang lainnya adalah meminum teh hijau, yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan cukup tinggi. Menurut hasil penelitian, antioksidan catechin dan senyawa EGCG di dalam teh hijau bisa mempercepat metabolisme tubuh manusia. Sehingga nutrisi makanan dan kalori dalam tubuh bisa segera diproses menjadi energi yang dibutuhkan tubuh untuk melakukan aktivitas. Minum teh hijau juga bisa mengurangi risiko terkena penyakit jantung, osteoporosis, juga kanker.
8) Makan ikan dan rumput laut
Di kesehariannya, orang Jepang terbiasa makan ikan tuna, makarel, dan salmon. Ketiga jenis ikan ini diyakini mengandung asam lemak omega-3, yang dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan kanker payudara. Sementara rumput laut yang juga menjadi salah satu bahan utama masakan orang Jepang, kaya akan vitamin yang sangat berguna bagi kesehatan.
sekian dulu yo~
Anime-Anime yang diangkat dari Light Novel
By : Unknown
Anime kebanyakan diangkat dari manga tapi banyak juga anime
yang diangkat dari light novel, baru-baru ini Biglobe melakukan polling kepada
fan anime di Jepang tentang anime terbaik hasil adaptasi dari light novel.
Berikut daftarnya:
1. Sword Art Online
2. The Melancholy of Haruhi Suzumiya
3. Hyouka
4. A Certain Magical Index
5. Kokoro Connect
6. Sakurasou no Pet na Kanojo
7. Aria the Scarlet Ammo
8. Humanity Has Declined
9. Ore no Imouto ga Konna ni Kawaii Wake ga Nai
10. Accel World
11. Shakugan no Shana
12. Durarara!
13. Zero no Tsukaima
14. Baka to Test to Shoukanjuu
15. Monogatari series (Bakemonogatari, Nisemonogatari, Nekomonogatari)
16. Ore no Kanojo to Osananajimi ga Shuraba Sugiru
17. Chuunibyou Demo Koi ga Shitai!
18. Boku wa Tomodachi ga Sukunai
19. Horizon on The Middle of Nowhere
20. Ro-Kyu-Bu!
21. Denpa Onna to Seishun Otoko
22. Full Metal Panic!
23. The Ambition of Noda Nobuna
24. Kore wa Zombie Desu Ka?
25. Seitokai no Ichizon
Genre & Istilah dalam Anime & Manga
By : UnknownGenre & Istilah dalam Anime & Manga
Bishounen : anime/manga untuk kesenangan cewek/wanita.Intinya tokoh dalam anime/manga tersebut kebanyakan adalah cowok-cowok cakep. (misal : perfect girl evolution dll)
Harem : genre anime/manga yang berupa seorang tokoh cowok dikelilingi oleh banyak tokoh cewek. (misal Ichigo 100%, aoi yori aoshi dll)
Mecha : Anime/manga yang berunsur robot & perang.Awalnya diperuntukan untuk shonen tapi shojo sudah mengambil bagiannya juga. (misal : magic knight rayeart, gundam series dll)
Magical Girl : anime/manga yang berunsur sihir dengar main chara shoujo.(misal : sailormoon, cardcaptor sakura dll)
Sentai : anime/manga yang berunsur militer,biasanya menceritakan sejarah yang nyata seperti PD I & PD II. (termasuk group shonen)
Senshi : unsurnya sama dengan sentai namun lebih sering dipakai untuk group shoujo.
Shoujo-ai : anime/manga yang bertemakan girl relationship alias hubungan cewek X cewek, hanya sebatas teman dekat(intim), tapi tidak sampai pada tarap seksual.
Shonen-ai : anime/manga yang bertemakan boy relationship,atau hubungan cowok X cowok, tidak sampai tarap seksual.
Yuri : anime/manga yang bertemakan cewek X cewek (tingkat atas genre shoujo ai) yang berakhir dengan hubungan seksual.
Yaoi : anime/Manga yang bertemakan cowok X cowok (tingkat tinggi dari genre shonen-ai),yang berakhir dg hubungan seksual. Genre ini digemari oleh para cewek dan sebagian besar mangakanya adalah perempuan. Sebutan untuk cewek penyuka genre ini yaitu fujoshi, sedangkan untuk cowok fudanshi.
Ecchi : menunjukan sedikit konten vulgar.Ecchi merupakan lafalan bahasa Jepang pada huruf roman ‘H’ dan H Ini mewakili hurup pertama Hentai,namun Ecchi tidak sampai pada tahap seksual.
Hentai : anime/manga genre tingkat atas Ecchi yang berakhir dengan hubungan seksual.
Anime : [dibaca a-ni-me bukan anim] yaitu animasi khas Jepang singkatan dari animeshon(pelafalan orang Jepang untuk animation).Yang biasa dicirikan dg gambar-gambar bergerak yang berwarna warni yang menampilkan tokoh-tokoh dalam berbagai macam lokasi dan cerita yang ditujukan pd beragam jenis penonton.Anime dipengaruhi gaya gambar manga.
Cosplay : (costum play) atau disebut jg cosu.Suatu acara dimana para fans anime berkreasi dg kostum yang mereka kenakan.Kostum tersebut bisa mereka curi modelnya dari karakter anime/manga.Orang yang melakukan cosu disebut cosplayer.
Chara : karakter/tokoh yang ada dalam anime (chara–>character)
Doujinshi : semacam fanart,yaitu membuat cerita sendiri dg karakter dari anime/manga yang sudah ada atau populer.
Fanservice : adegan yang sengaja dibuat oleh sang mangaka untuk menyenangkan atau merefreshkan pikiran para penggemar dan umumnya FS itu berbau ero.
Fanart : karya para fans berupa gambar chara yang mereka inspirasi dari anime/manga favorit mereka.
Fanfic : cerita karangan dari fans yang menggunakan tokoh/karakter ataupun modifikasi cerita dari sebuah anime/manga.(singkatan dari fanfiction)
Figure : boneka berbentuk tokoh anime/game/manga.
Fujoshi : sebutan untuk cewek-cewek yang menggemari anime/manga bergenre shonen ai atau yaoi.
Fudanshi : sebutan untuk cowok-cowok yang menggemari anime/manga bergenre shonen ai atau yaoi(jarang ini)
Manga : [dibaca man-ga/ma-ng-ga] merupakan komik dalam bahasa Jepang,diluar Jepang kata tsb digunakan khusus untuk membicarakan tentang komik Jepang.
Mangaka : [dibaca man-ga-ka/ma-ng-ga-ka] adalah orang yang menggambar manga,disebut juga komikus kalau di indonesia.
Otaku : sebutan untuk orang-orang yang freak terhadap sesuatu(anime,manga,game)
Lolicon : orang dewasa (pria) yang menyukai anak kecil perempuan.
Shotacon : orang dewasa (wanita) yang menyukai anak kecil laki-laki
OAV/OVA : (Original Video Animation),format dari anime yang tidak ditayangkan di TV,yaitu dalam format video yang dijual bebas di pasaran.
SD : yang jelas bukan Sekolah Dasar,yaitu Super Deformed.Istilah yang digunakan dalam penggambaran karakter anime/manga dg size kerdil,tetapi proporsi tubuh tetap pas.
Chibi : berbeda dg SD.untuk istilah chibi lebih mendekati kesan imut/cute.Perbedaannya hampir tipis dg SD,Pada chibi proporsi ukuran kepala lebih besar ketimbang badan.Biasanya digunakan untuk adegan Joke.
Tankoubon : istilah dalam b.Jepang untuk menyebut terbitan manga dalam bentuk monograf.
Seiyuu : dalam bahasa Indonesia disebut pengisi suara atau biasa disebut dubber.
Ero : hal-hal yang berbau erotisme.
Yaoi : (singkatan dari yama-nashi Ochi-nasi Imi-nashi)istilah lainnya Boys Love/shonen ai.Istilah untuk anime/manga berbau homoseksual.
Yuri : istilah lainnya Shoujo ai kebalikan dari Yaoi,yaitu istilah untuk anime/manga berbau lesbong (wkwk)
Hentai : konten bermateri seks.Mempunyai arti ‘aneh’ karena pada umumnya anime/manga berkonten hentai cenderung menyimpang atau bisa dibilang aneh.
Ecchi : bisa diartikan berkonten porn,tetapi mempunyai batas-batas tertentu(porn ringan)
Uke : berasal dari kata kerja ukeru(menerima).Istilah yang digunakan untuk pair di anime/manga bergenre yuri/yaoi.
Seme : berasal dari kata kerja semeru(menyerang)
Seke : (seme-uke)si tokoh bisa jadi seme maupun uke.
Fukidashi : balon teks pada manga
Omake : bonus berupa cerita pendek/kumpulan gambar manga.




